SEBUAH CERITA DI BUKIT MALANG, LOMBOK TIMUR

Sabtu, 18 Juni 2022,
Hari dimana aku memutuskan untuk mendaki ke sebuah bukit indah dikawasan taman nasional gunung Rinjani bernama bukit malang.
Aku eprgi tanpa persiapan, karena baru tadi malam aku diajak begitu mendadak oleh keponakanku yang mendaki bersama teman kuliahnya.
Yah, karena begitu banyak problematika hidup yang kualami, kurasa aku butuh refreshing. Dan kupikir, mendaki adalah salah satu ospi yang apling tepat dalam hal ini.



Lanjut ke story guys,
Aku start perjalanan dari rumah sekita pukul 08:30 dan sampai di sembalun sekitar pukul 09:00. Kami sempat istirahat menikmati secangkir kopi di tempat ini, tempat ynag sudah sangat terkenal dengan segudang keindahan yang tersembunyi didalamnya. Tapi something wrong, lagi asyik asyiknya menikmati kopi, teman kami mendaki menelpon dan ia bilang bahwa ia dan dua rekan lainnya sudah menunggu di pintu masuk.
Ya, kami harus buru-buru dan tancap gas untuk menyusul. 
Sekitar pukul 11:00, kami tiba di parkiran, dan kami langsung registrasi dan rehat sejenak, berswafoto di tempat ini. 


Pukul 1130 kami memulai pendakian, perjalanan ini kami mulai dengan semangat menggebu untuk mencapai ketinggian, menikmati ciptaan tuhan diatas sana. Aku sempat ngobrol dengan petugasnya perihal waktu pendakian. Dan dari sana aku mendapat informasi bahwa kita bisa tempuh perjalanan dalam 2 dan 3 jam, asal cepat. Karena itu, kau berfikir bhawa perjalan kali ini tidaklah terlalu ekstrim. 
Hingga beberapa waktu kemudian, aku sadar, bahwa ekspektasi ku salah, bahkan setelah sejam perjalanan, aku belum tiba di pos 1. Kami baru smapai di pintu masuk hutan yang diberi julukan gerbang rimba.
Kami istirahat sejenak di tempat itu, dan memutuskan melanjutkan kan perjalanan beberapa menit kemudian.
Setelah kurang lebih 2 jam an , kami akhirnya sampai di pos 1. Dan disna, kami bertemu dengan mata air satu satunya di jalur ini. Mata air cinta namanya. Kami istirahat lumayan lama disini, menikmati segarnya air murni dari Alam, sholat, mengisi air untuk keperluan diatas nanti.
Oh ya, buat kalian yang mendaki melewati jalur ini, kalian harus memastikan persediaan air di pos 1 ini. Karena mata air hanya di tempat ini.



Setelah selesai dengan semuanya, kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang membuatku bertanya-tanya dimanakah akhir dari hutan ini??. bahkan setelah 3 jam perjalanan, kami belum melihat ada tanda-tanda akan keluar dari hutan. Yah, jalur ini memang rindang, tetapi agak sedikit membosankan karena mungkin 80% dari perjalanan adalan menyisiri hutan demi hutan.
Tapi kami sadar, kami punya semangat yang tinggi untuk menyatu dengan alam dan keindahan didepan sana. Itulah yang membuat kami tetap semangat dan melupakan penat dan bosan kami. 

Setelah beberapa lama, akhirnya kami sampai di pos 3. Pos terakhir sebelum bukit yang menjadi tujuan kami. Bukit malang. Kami sampai di sini sekitar pukul 05:00. Dari sejak awal pendakian sampai saat ini, kami memang terbilang lsmbat. Yah kami memang memilih santai dan ya, kami memang belum pro dalam urusan beginian haa.
Di pos 3 ini, kami memilih istirahat dan memasak mie instan untuk mengisi perut kami yang sudah mulai keroncongan. Hitung hitung sebagai tenaga untuk menaklukkan tanjakan terakhir menuju malang. 

Skip guys..
Sekitar 17 00 kami sampai di lokasi, kami langsung prepare, sholat,dan menyiapkan segalanya sebelum malam tiba. Saat sampai di lokasi kami belum bisa menikmati bukit ini secara penuh, itu karena disekitarnya masih tertutup kabut yang pekat. Yah, itulah suasana gunung pada umumnya menjelang malam tiba. Buat kalian yang bertanya tentang jalurny, jalur malang ini memang tidak terllau terjal, hanya saja panjang dan jaraknya yang cukup membuat tenaga terkuras. Tapi Its ok, semuanya akan terbayar dengan sendirinya saat sampai di lokasi perkampingan.

Sesuai dengan ekspektasiku sebelumnya, ciptaan tuhan satu ini memiliki aura kedamaian yang begitu berkesan bagiku. Dinginnya angin malam beradu dengan nyanyian alam menghasilkan suatu keadaan yang sangat menenangkan di tempat ini. Kami melewati malma ini dengan gembira,mengisi setiap detik dengan berdialog diskusi dan tak jarang bergelak tawa. 


Selamat datang di 1919 MDPL, bukit malang di pagi hari. Pagi yang cerah ini membuat ku takjub, keidnahan alam dan apa yang tersembunyi saat aku baru datang kemaren, semuanya terlihat dengan jelas di depan mata, bukit, hutan, gunung, laut, kabut dan lainnya. Sungguh tak cukup 1/2 hari untuk menikmati semuanya.

Fyi,
Dari malang, aku diajak teman baru yang kukenal disana untuk berswafoto di bukit top Kondo. 1937 MDPL. Disna aku baru sadar, ternyata aku dapat bonus, niatku hanya mendaki bukit malang, tapi yang kudapatkan dua surga dunia, bukit malang DNA bukit top Kondo. Top Kondo ini sangat indah guys dan yah, otakku tak cukup kuat untuk merangkai kata. Menjelaskan betapa berharganya ciptaan tuhan.
Terima kasih bagi kalina yang menonton video ini, semoga suatu saat, kita bisa mendaki bareng.

MEDIA SOSIAL MENGANCAM GENERASI MUDA

Ku awali tulisan ini dengan beberapa pertanyaan,
1. Dalam sehari, berapa persen waktu anda yang digunakan untuk bersosial media??
2. Hal positif apa yang anda raih selama bersosial media??
3. Jika dibandingkan plus minusnya, manakah yang dominan di hidup anda??
4. Mari berfikir ulang, sebenarnya hidup ini memang butuh medsos nggak sih???




Teman-teman pada tulisan ini aku akan lebih spesifik ke dampak negatifnya sosial media. Disamping begitu banyaknya potensi yang hadir karena sosial media saat ini, banyak pula ancaman-ancaman negatif dibaliknya. Yah, sosial media saat ini ibarat sebuah pisau yang fungsinya tergantung dari bagaimana kita menggunakannya. Sebuah pisau akan jadi berfaedah jika digunakan untuk membuat sayur dan sejenisnya didapur. Akan tetapi,akan sangat mengerikan jika digunakan untuk menusuk orang, mengancam, dan lainnya. 

Begitupun dengan sosial media, dengan hadirnya ribuan bahkan jutaan informasi setiap harinya, sikap dan prilaku kita menjadi penentu akan dampaknya.
Salah satu hal yang nyata dalam hal ini adalah bagaimana sosial media menghadirkan rasa kekurangan pada diri kita karena melihat beragam hal baru yang ada di dunia sosmed. Hal ini menjadikan kita pribadi yang selalu berkeinginan dan menjadi kurang bersyukur terhadap apa yang kita miliki saat ini. Dan jika sudah demikian, kita menjadi pribadi yang cendrung tidak tenang dalam  menjalani kehidupan berkeluarga dan bersosial.


Selain itu, dampak lain yang aku rasa sangat berbahaya di era ini adalah fear of missing out, suatu kondisi dimana kita merasa tidak ingin ketinggalan terhadap beragam hal viral di sosial media. Akan menjadi bagus jika yang viral itu adalah positif, akan tetapi jika yang viral adalah yang negatif bagaimana??? Betapa banyak anak-anak dan generasi kita yang terobsesi menjadi trending dan meniru hal2 negatif yang ada di medsos ini. 


Jika dibiarkan fenomena semacam diatas, tentu akan sangat berpotensi mengancam dan menghilangkan ragam potensi generasi sebagai pejuang keluarga, bangsa dan negara. Karena itulah mau tidak mau, kita harus berupaya maksimal dalam menghadirkan upaya preventif bagi generasi kita. 


1. Parent controlling
Jika melihat realita yang ada, ada begitu banyak anak belia yang sangat dekat dengan gadget di era ini. Hal ini menjadikan mereka lebih dahulu mendapatkan informasi destruktif yang ada pada ragam medsos saat ini. Hal semacam ini tentu kurang baik bagi mereka yang seyogyanya butuh suntikan pendidikan utama dari orang tuanya. Jika memang diberikan gadget dan lainnya, orang tua harus mampu mengontrol asupan informasi media, penggunaan waktu, dan lainnya. Dalam sudut pandangku, orang tua yang sayang anaknya bukan membelikan anaknya apa yang diinginkannya, tetapi berupaya maksimal untuk menjadikannya menjadi generasi yang patut diandalkan. Jika kita memberikan anak gadget sedini mungkin, maka mungkin kita telah salah dan bisa jadi kita membunuh beragam potensinya.


2.self controll
Bagi  yang menjadi remaja dan sudah menginjak dewasa, self control menjadi salah satu kunci bertahan. Kalangan ini harus mampu menghadirkan suatu filter dalam dirinya yang akan mengontrol bagaimana ia berbuat atas segala informasi di media sosial yang ada. Cita dan impian, kewajiban, bahkan ilmu agama dan lainnya dapat dijadikan rujukan sebagai bentuk filter kita di era ini. Jika kita mampu menghadirkan self control ini, maka kitalah yang mengatur bagaimana media sosial berpengaruh bagi hidup kita. Bukan sebaliknya, media sosial yang mengatur kemana arah hidup kita. Sebagai generasi yang berfikir, kalian pilih mana???

#inspirecreativaid #createandinspire_id #creativemultiplepost #madewithstories  #instagrammagazine #minimalist #mainsimple #asikinfeedsmu #manstyle  #indolifestyle #garagarainstagram #whp #minimalism #fromwhatisee #fromwhereistand #becekgram #playwithshadow

ANAK DESA & POTENSI DIBALIK KOMPLEKSITAS TEKHNOLOGI

Sebagai seorang anak yang hidup di daerah pedesaan, saya memiliki keyakinan bahwa anak pedesaan memiliki keistimewaan sendiri di era ini.
Yah, karena dukungan kompleksitas tekhnologi yang kian menggila, potensi potensi penunjang pengembangan bagi para generasi muda semakin meluas. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa generasi pemuda pedesaan harus terus berinovasi agar turut berkembang dan menjadi generasi yang handal di masa depan. Sudah bukan eranya kita masih berjalan di atas stigma bahwa anak desa kekurangan akses, anak desa kurang potensi, anak desa terbelakang, dan lainnya. 




Dengan beragam kemajuan yang ada, sudah eranya bagi generasi muda desa untuk mengejar dan merubah paradigma menjadi lebih maju dan fleksibel dengan kemajuan zaman. Diberbagai sosial media yang kita akses setiap harinya, informasi appun yang kita inginkan dapat kita peroleh dengan mudha dan gratis. Contohnya jika kita ingin mengetahui bagaimana cara memproduksi suatu produk olahan dari hasil kebun di desa, dalam hitungan detik saja kita akan mendapatkan ratusan bahkan ratusan informasi yang relevan.

Disisi lain, kita memliki ragam keistimewana dari orang kota. Apa itu??, Salah satunya adalah suasana sekitar kita. Suasana pedesaan memang identik dengan alam dan kedamaian. Bagi sebagian orang, hal inilah yang akan sangat menunjang produktitivas mayoritas orang. Hal inilah yang menjadi alasan terkadang banyak orang berwisata ke pedesaan hanya untuk menghilangkan stress (karena pekerjaan) di akhir pekan. And you know what?? Itu juga potensi bagi kita dalam mengembangkan wista desa. Setelah kita sadari betapa banyak potensi ini, so pertanyaannya adalah, apa kita hanya mau diam saja???

GAWE RINJANI FESTIVAL

Kamis 10, Maret 2022,
Pagi hari yang cerah ditambah dengan kolaborasi pahit manisnya kopi hitam, menggugah semangat ku untuk berkelana.
Menapaki alam Lombok utara dengan semangat yang  membara,
Berusaha mengeksplorasi beragam hal menarik yang ada di pulau Lombok untuk kalian semua, walau dengan peralatan seadanya, but semoga kalian menikmatinya.


Hari ini aku akan menghadiri Gawe Rinjani Festival. salah satu event promosi wisata yang diselenggarakan oleh Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di desa senaru kecamatan bayan kabupaten Lombok Utara.
Bersama seorang temanku yang selalu mendambakan cinta aku mulai merencanakan untuk pergi menghadiri acara itu. Dan sebelum sampai lokasi, kami menyempatkan diri untuk bersilaturahmi di rumah salah satu teman kami. Yah, silaturahmi terkadang menjadi alibi untuk mencari sekedar segelas kopi.

Sekitar pukul 10:00, kami akhirnya sampai di lokasi acara, dikantor desa senaru tepatnya. Aku langsung di sambut dengan megahnya panggung pentas, menyatu dengan teriknya mentari yang mulai memanas. 

Saat masuk dan melewati gerbangnya, aku disambut dengan banyaknya produk UMKM lokal yang berjejer di stand stand yang tersedia. Aku sangat tertarik pada semua produknya, ingin kubeli semuanya, hanya saja modal kini aku tak punya.
Produk ini adalah produk Masyarakat lokal yang sedang berusaha dalam mengembangkan ekonomi melalui produk produk unggulan yang mereka buat dan menurutku bagus-bagus dan Kren Kren, terutama tenunnya aku suka banget.



Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya acaranya mulai juga dan dihadiri oleh wakil gubernur NTB dan wakil bupati Lombok Utara. Duet dua wakil daerah di pagi hari yang cerah yaelah..
Aku nggak akan ngebahas tentang  acaranya karena sebenarnya aku Miss info juga. Karena sebenarnya yang paling kucari adalah festival budyanya ternyata pagi ini hanya pembukaanya saja.
Kendati demikian aku menemukan salah satu hal menarik di acara ini. Yap, pertunjukan salah satu budaya lokal yaitu suling dewa. Sebuah tarian khusus untuk menyambut tamu yang katanya dulu digunakan sebagai tarian meminta hujan. For your information, yang nari tua tua banget loh, kendati sudah berusia tapi tariannya luar  biasa loh...sangat menggoda jariku untuk mengabadikannya.
Pagi ini kuakhiri dengan berkunjung kerumah temanku yang tidak terlalu jauh dari lokasi acara. Menumpang solat, bahkan sekalian dengan makan siangnya ..
Terima kasih untuk kalian semua,

SEBUAH INSPIRASI DARI POHON KELAPA TUMBANG



----
Saya mengawali tulisan ini karena teringat sebuah kalimat inspiratif yang mengatakan bahwa "setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah". Statement ini mendeskripsikan kepada kita bahwa betapa luasnya ilmu dan pelajaran yang di sebarkan sang pencipta di dunia ini. Yang kita perlukan hanya menggali dan mempelajari atas apa saja yang kita temukan.

Di sela-sela pekerjaan (survey) yang saya lakukan dengan tim, kita ngobrol dan salah satu team bercerita bahwa ia pernah bertanya pada seseorang yang sukses dalam hidupnya. Ia menanyakan bagaimana kunci atau motivasi terbesar dia dalam menjalani karirnya hingga ia sukses. Singkatnya ia menjawab dengan bercerita tentang sebuah pohon kelapa yang tumbang di depan rumahnya.

Ia menyatakan bahwa semangat optimisme dalam karirnya diawali atas dasar ia sayang akan pohon kelapanya. Bahkan saking sayangnya, ia sampai menghitung bagian atas ( daun, dll) dan bagian bawahnya (akar). Dari sana ia mengetahui bahwa yang ada dibawah itu berkali kali lipat dari yang diatas. Oleh karena itu ia menyadari bahwa banyaknya yang diatas tergantung dengan seberapa banyak yang ada dibawah yang menjadi dasar dari pohon yang menghasilkan buah dan lainnya yang ada diatas. Dan jika yang dibawah kurang lengkap, maka hasilnya tidak maksimal dan kemungkinan terburuk keberdiriannya akan cepat roboh. 

Dari fenomena itu ia menyimpulkan, bahwa ketika ia ingin sukses dimasa depan, ia harus membangun akar itu dalam hal ini artinya usaha. Semakin baik usaha maka akan semakin baik pula hasilnya. Apalagi semakin banyak, ya tinggal dikalikan dong ya... Heee.. 

Well, cerita Ini adalah sebuah renungan yang sangat berartibagiku hingga kutulis dalam laman medsosku. Cerita ini kembali menyadarkan ku bahwa betapa pentingnya sebuah dasar, sebuah pedoman, sebuah semangat dalam seluruh aspek dalam menjalani hidup ini. 
1. Hidup baik berdasarkan agama
2. Hidup kaya berdasarkan usaha
3. Hidup bahagia berdasarkan cinta
4. Hidup tampan karena.....(isi sendiri) haaa...

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman teman semua, jika ada saran, jangan lupa dikoment ya, mari berbagi untuk kemaslahatan bersama. See you at the next article.

KUDAPAT INSPIRASI DARI BUKU INI

 Terima kasih Allah

Terima kasih penulis,
Malam ini, baru saja aku berada dalam kesuraman. Bayang-bayang sarjana dan masa depan, serta realita kehidupan menghantui pikirku.
Aku pergi mencari ide, berdiskusi bersama teman teman akademisi.
Tapi sayang, belum beberapa lama duduk, kami di usir TNI.
Yah, sebuah aturan yang harus ditaati dimasa pandemi.
Pikiran itu belum sirna, hingga sampai di tempatku (sebuah kos sederhana) pikiran-pikiran itu masih mengerayangi otakku.
Kulanjutkan aktivitas dengan bercanda, berdebat tanpa arah bersama temanku. Hingga akhirnya, temanku menunjukkan sebuah buku. Entah kenapa ia menyuruhku membacanya. Padahal ia tau sendiri, aku bukanlah kutu buku. Namun karena melihat judul dan sekilas isinya. Ku mulai membukanya satu persatu. Isinya adalah cerita" Inspiratif yang menggugah pola pikirku. Menjadikanku tenang dan dapat bernafas dengan lega
Subhanallah,
Kuasa Allah menyayangi hambanya. Ada begitu banyak hal yang tidak disangka-sangka dan tanpa terencana. memberikan kita petunjuk atas setiap problema. Jika kira sedang dihadapkan dengan problema itu, Kita hanya perlu bersabar, menjalani setiap tahapan dan menyakinkan diri untuk bisa melewatinya. Karena Tuhan selalu punya jalannya.
Semoga selanjutnya, aku bisa berbagi isi bukunya guys...
Terima kasih sudah membaca

POSITIF THINGKING ADALAH SENJATA AMPUH UNTUK BERTAHAN DI ERA CORONA



Saat ini, bukan hanya wabah corona yang mengerikan ini yang kita hadapi. Ada hal yang lebih dahsyat dari wabah ini yaitu isu-isu negatif, hoax, dan informasi tidak jelas lainnya.
Mengapa demikian??
Koq bisa??


Sebagaimana yang kita tau, virus corona menginfeksi jasmani (fisik) kita. Sedangkan berbagai isu, stigma, dan lainnya diatas menginfeksi pola pikir (psikologis) kita. Ia mendatangkan berbagai persepsi baru yang akan merenggut ketenangan dan ketentraman jiwa kita. Efeknya tentu sangat buruk dalam kehidupan sosial kita. Diskriminasi, kriminalisasi dan berbagai masalah sosial lahir karenanya. Suatu efek yang sangat mengerikan dan berkepanjangan jika dibandingkan dengan corona ini.

Lalu bagaimanakah kita menyikapinya?
Dengan keterbatasan ilmu dan pengalaman, Tiada hal lain yang ingin tiang serukan untuk kita lakukan bersama dalam situasi seperti ini ialah berfikir positif. Dengan pikiran positif, kita mampu menyikapi berbagai isu dengan jernih dan tidak terprovokasi oleh berbagai produk media. Jika hal ini terus kita tumbuhkan dalam internal diri kita, maka potensi kita untuk bertahan di era ini menjadi lebih besar dan kita tidak kehilangan kendali dalam menjalankan fungsi-fungsi sosial kita.

Wallahualam
Semoga kita semua terhindar dari segala cobaan ini.

WELCOME TO 4.0, SIAPKAH KITA DENGANNYA??


Selamat datang di era revolusi industri 4.0. Era dimana ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki peran yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Salah satu hal yang saya fokuskan dalam hal ini adalah ialah pada bidang pekerjaan (profesi). Dengan perkembangan tekhnologi yang begitu cepat, satu persatu pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia kini diambil alih oleh mesin dan komputer.

Fenomena seperti  ini adalah tantangan berat yang harus dipersiapkan kedatangannya.  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro berpendapat bahwa di era memasuki revolusi industri 4.0 saat ini, Indonesia akan kehilangan sekitar 50 juta peluang kerja (Kompasiana,28/05/2019).  Statement tadi memang hanya sekdar opini. Namun jika kita tidak siap dengen perkembangan zaman dan tekhnologi yang tidak bisa kita tolak, bukan tidak mungkin hal ini benar-benar terjadi. Dan jika ini benar terjadi, artinya indonesia sedang dihadapkan dengan permasalahan kesejahteraan sosial terutama dalam bidang ekonomi pada  hampir setengah penduduknya.

Persoalan ini tentunya  adalah persoalan yang sangat erat kaitannya dengan masalah kesejahteraan sosial. Sebagian besar masyarakat kita saat ini sangat bergantung pada berbagai macam bidang profesi. Oleh karena itu,  menyempitnya lapangan pekerjaan yang ada meningkatkan potensi munculnya berbagai masalah kesejahteraan sosial yang baru terutama dalam hal kemiskinan.

Untuk menanggapi hal ini, tentu berbagai inovasi dan perubahan harus dilakukan sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi era ini salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat  terutama pada masyarakat golongan menengah kebawah. pemberdayaan yang dimaksud harus mampu menstimulus  masyarakat agar tidak berada dalam posisi yang semakin lemah dan tidak berdaya.  Masyarakat harus melihat dirinya sebagai elemen penting yang dapat mempengaruhi perubahan. Oleh karena itu, proses pemberdayaan  harus mampu memposisikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam berbagai program yang ada. hal ini dimaksudkan agar masyarakakat mampu mendayagunakan sumber-sumber daya potensial di sekitarnya.

Kreatifitas dan inovasi adalah modal utama yang harus kita benahi demi menghadapi tantangan ini. Pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu mempersiapkan suatu sistem dan nilai baru dalam kehidupan sosial. Dari sisi pemerintahan, sudah saatnya pemerintah menelurkan kebijakan berbentuk progam-program pemberdayaan berkelanjutan. Sudah saatnya pemerintah memfasilitasi berbagai kratifitas dan mengembangkan segala potensi lokal yang ada pada daerah masing-masing.  Hal ini dimaksudkan sebagai upaya mensinergikan mental produktif dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan dari sisi internal masyarakat, sudah sepatutnya kita bersatu dengan segenap stakeholder lainnya dalam merumuskan, mencoba dan menciptakan berbagai inovasi dari sektor ekonomi, wisata, budaya dan lainnya.

Persoalan ini bukanlah persoalan individual, golongan atau kelompok tertentu. Persoalan ini adalah persoalan komperhensif yang harus kita hadapi bersama. Oleh karena itu, perbuatan saling menyalahkan, menjatuhkan atau mengambil keuntungan sepihak dari isu-isu semacam ini tentu tidak dibenarkan. Semua stakeholder yang ada harus berkerja sama dengan satu tujuan yaitu mengahadapi dan menaklukkan revolusi industri ini. semoga nanti ketika saatnya telah tiba,saat dimana lapangan pekerjaan ditutup seketika karena pengaruh tekhnologi yang semakin menggila, kita sudah mampu mengatakan bahwa kita bisa hidup sejahtera tanpanya.


JANGAN PAKSAKAN STYLE, HIDUPLAH SEWAJARNYA



source : okezone.com
Pada era modern ini, gaya hidup atau yang akrab disebut style seolah menjadi penentu status sosial pada masyarakat. Seseorang akan lebih percaya diri jika dalam kesehariannya selalu mengenakan pakaian, handphone dan lainnya yang terupdate. Tak jarang, karena hal  ini banyak orang yang bahkan sampai memaksakan dirinya melakukan hal-hal negatif dan merusak harga dirinya demi mengikuti perkembangan trend. Hal ini tentu merupaka sesuatu hal yang sangat miris dan tidak boleh kita biarkan terjadi karena akan berdampak fatal nantinya. Yah, kerusakan mindset dan mental generasi muda bisa jadi akan terancam olehnya.

Baik buruknya dampak yang akan kita terima sesuai dengan cara kita menyesuaikan diri dengannya. Ibarat sebuah pisau,   jika difungsikan sesuai dengan fungsi aslinya maka ia akan menghasilkan hal-hal yang positif pula. Namun, jika digunakan untuk hal yang negatif maka hal negatif pula yang akan kita dapatkan.

Teman-teman,  sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, kita harus menghormati setiap norma dan nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.  Gaya hidup memang tidak salah selama ia masih sejalan dengan norma dan nilai yang ada disekitar kita.  Jika kita menempatkan gaya hidup tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat, maka bersiaplah menerima segala efek buruknya. Contohnya sederhananya,  jika  ada seorang wanita menggunakan pakaian  super sexy, branded, dan mahal kemudian hidup ditengah orang-orang yang kesehariannya selalu berpakaian sopan, penuh etika dan norma.  Kira-kira bagimanakah dampak yang ia dapatkan?. Bukannya pengakuan akan high style, gaul yang ia dapatkan melainkan cibiran, hujatan, ataupun perlakuan tidak enak lainnya.

Disisi lain, gaya hidup juga harus  kondisional dengan kita.   terutama dalam hal ekonomi, jangan memaksakan hidup yang seharusnya kita tidak mampu lakukan. Jika kita paksakan, maka  kita bisa jadi akan mengabaikan hal-hal yang seharusnya lebih penting untuk dipenuhi. Kita harus menyadari bahwa gaya hidup bukanlah suatu kebutuhan primer dalam hidup kita. kita masih memiliki keluarga dan kebutuhan-kebutuhan yang urgent lainnya. Jadikanlah itu prioritas utama sebelum berfikir untuk mengubah gaya hidup.

Come on man, jangan ragu untuk hidup sesuai dengan keadaanmu yang sebenarnya. Harga diri itu, bukanlah diukur dari gaya dan berapa barang mewah yang kita punya. Harga diri itu, sejatinya ialah kita bisa bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan pada kita. Mari tunjukkan pada dunia bahwa inilah diriku, dan dont forget to be your self...

ANTUSIASME LUAR BIASA MASYARAKAT DIBALIK VOTE TERTINGGI EVA YOLANDA


Animo dan antusiasme masyarakat nusa tenggara barat khususnya pulau lombok sangatlah tinggi dalam mendukung sang bintang lida NTB 2020 Eva Yolanda. Segenap elemen pemerintah, masyarakat dan pemuda terlihat sangat aktif dalam upaya-upaya memberikan dukungan kepada Eva yolanda. Umumnya, dukungan yang diberikan tentu sebagai bentuk support dan menambah butir-butir vote untuk keberhasilan Eva Yolanda menuju babak-babak selanjutnya. Upaya-upaya ini sudah terlihat jelas hasilnya jika kita melihat nilai atau jumlah vote yang diperoleh Eva Yolanda pada saat babak satu dan dua. Dukungan-dukungan seperti inilah yang mejadikan Eva Yolanda mendapatkan Vote tertinggi pada penampilan keduanya yang lalu.
Bentuk dukungan yang diberikan masyarakat kepada Eva Yolanda sangat beragam seperti penggalangan dana, pengumuman keliling, membuat tutorial vote, membuat announ di status media sosial dan lainnya.

       Penggalangan dana
Saat penulis pulang dari salah satu rumah teman di lombok timur, penulis melihat sekelompok orang yang mengadakan penggalangan dana untuk mendukung eva yolanda. Sudah bisa ditebak, dana yang berhasil di kumpulkan tentunya akan digunakan untuk keperluan vote eva. Menariknya penggalangan dana ini dilakukan dibarengi dengan orkes dangdut dipinggir jalan. Suatu bentuk dukungan luar biasa yang membutuhkan effort dan pengorbanan akan waktu, biaya dan lainnya.
       Nonton bareng
Seperti yang penulis bilang sebelumnya, segenap elemen masyarakat tidak mau diam dan terus memberikan dukungan terhadap eva yolanda. Salah satu cara yang dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam hal ini adalah dengan mengadakan nonton bareng penampilan eva yolanda. Saat berselancar dalam media sosial khususnya facebook, penulis menemukan informasi menarik. Tak tanggung-tanggung, wakil bupati lombok timur mengadakan kegiatan nonton bareng di kediamannya di desa bagik papan, kecamatan pringgabaya lombok timur. Ia mengundang masyarakatnya  untuk iut serta dalam kegiatan nobar tersebut tentunya dengan tidak dipungut biaya. Selain wabup lombok timur, mungkin ada banyak lagi yang mengadakan kegiatan serupa diberbagai tempat lainnya.
       Pengumuman keliling
Hal unik lainnya sebagai bentuk dukungan terhadapsang bintang ialah dengan mengadakan pengumuman keliling. Akun facebook devamily eva yolanda membagikan suatu postingan yang memperlihatkan sekelompok pemuda diatas mobil memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mendukung eva yolanda. Bukan hanya itu, jika jika mencari berita lainnya difacebook terkait hal ini, akan ada banyak vidio,atau foto yang kita temukan dengan kegiatan yang serupa.
       Membuat tutorial vote
Tidak semua masyarakat familiar dengan tokopedia dan cara lainnya. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik yang dilakukan dalam hal ini ialah dengan membuat panduan atau tutorial vote. Hal inilah yang dilakukan oleh salah satu pendukung eva  yolanda di lombok. salah satu pendukung eva yang membuat video tutorial ini bisa lihat di channel youtube dengan nama ADHY sp official.
      Membuat pengumuman di media sosial
Bentuk dukungan yang terakhir ini adalah bentuk dukungan yang paling banyak dilakukan. Hal ini dikarenakan cara ini sangat praktis dan tidak membutuhkan effort yang lebih. Jika kita memantau grup-grup masyarakat lombok di platform facebook, akan ada banyak sekali orang yang membagikan foto atau poster untuk mendukung eva dengan caption berupa ajakan/himbauan.

Akhir kata, melihat antusiasme yang sangat luar biasa ini, tentu masyarakat ingin eva mencapai posisi tertinggi dalam ajang lida ini. yah, usaha demi usaha harus kita lakukan untuk mengharumkan nama daerah kita dimata nasional.  semoga hasil akhirnya nanti memberikan kebanggan bagi semua orang.

DI ERA INI, MISKIN BUKANLAH HALANGAN UNTUK TIDAK BERPENDIDIKAN TINGGI


Pendidikan adalah suatu komponen penting dalam merubah nasib masa depan kita. Pendidikan memberikan kita suatu pola pikir baru dalam menjalani kehidupan sosial kita. Tanpa adanya ilmu pengetahuan yang didapat dari pendidikan, akan sulit bagi kita untuk beradaptasi dan berkembang di era modern ini. Pendidikan adalah salah satu alat utama bagi kita agar dapat mengenali dan mendayagunakan segenap potensi lokal yang ada disekitar kita. Oleh karena itu,  pendidikan  sangat diperlukan diera modern yang serba kompleks akan ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini. 

Umumnya, berbagai stereotip meyimpang berkembang dalam masyarakat kita saat ini perihal pendidikan. Salah satunya ialah bahwa pendidikan itu adalah sesuatu yang mahal dan membutuhkan effort lebih terutama dalam bidang ekonomi. Hal inilah yang menjadikan banyak kalangan masyarakat merasa berat untuk memperjuangkan kelanjutan sekolah anaknya.  Kondisi seperti ini tentu sangat mempengaruhi angka dan  tingkat pendidikan di daerah kita. 

Pendidikan di era ini bukanlah sesuatu hal yang asing dan langka seperti tahun 90-an dulu. Dengan metode dan fasilitas yang disediakan saat ini, biaya pendidikan memang tergolong lumayan bagi kalangan masyarakat berekonomi menengah kebawah. Namun disisi lain, ada begitu banyak kemudahan yang ditawarkan di era ini yang bisa kita manfaatkan. Salah satunya adalah beasiswa-beasiswa baik yang disediakan pemerintah maupun non pemerintah. Beasiswa itu umumnya disediakan bagi kita yang memiliki kekurangan dalam hal ekonomi. Oleh karena itu, beasiswa adalah salah satu opsi yang harus kita perjuangkan diera ini untuk mengenyam dan memperjuangkan pendidikan kita demi generasi yang lebih baik kedepannya. 

Mari kita melihat orang-orang sukses dan berpendidikan tinggi disekitar kita. Tidak semua dari mereka berasal dari kalangan orang-orang kaya. Tak sedikit dari mereka berasal dari kalangan orang-orang pinggiran yang tentunya berekonomi sangat rendah. Namun, dengan kegigihan dan perjuangan yang mereka lakukan salah satuya melalui beasiswa, mereka membuktikan kepada kita bahwa pendidikan bukanlah dikhususkan bagi orang-orang berekonomi tinggi. Pendidikan diera ini adalah tentang kemauan dan proses yang harus kita jalani. Oleh karena itu, jika kita siap untuk berjuang dan menjalani proses-proses yang ada, bukan tidak mungkin kita akan menjadi bagian dari pada orang-orang sukses dan menjadi aktor pemberdaya masyarakat sekitar kita nantinya.

Semoga bermanfaat....

ADA TANTANGAN DIBALIK KEBERADAAN SIRKUIT MANDALIKA LOMBOK



Lombok mendunia, sebuah tajuk yang mewakili harapan-harapan masyarakat lombok. Kalimat ini bukanlah hanya sekedar harapan yang menjadi bualan semata. Namun, kalimat ini seolah menjadi energi dan semangat baru bagi seluruh stakeholder yang ada dilombok baik dari kalangan pemerintah, pengusaha maupun masyarakat biasa. Berbagi upaya dalam bidang pariwisata, eksplorasi budaya, dan lain sebagainya  kini terus digalakkan untuk mencapai hal ini.


Salah satu upaya luar biasa yang sedang dilaksanakan saat ini adalah pembangunan sirkuit moto GP mandalika. Perlahan tapi pasti, pergelaran bergensi dunia seperti moto GP sudah terlihat sangat jelas didepan mata bagi masyarakat lombok. Bagaimana tidak, sirkuit yang bahkan tidak pernah dibayangkan sebelumnya kini akan hadir di pulau lombok. Menurut perkiraan, sirkuit ini diperkirakan akan rampung pada tahun 2020 ini.

gambar design sirkuit moto gp mandalika lombok
Secara umum, dengan adanya sirkuit ini tentu akan mendatangkan  pengaruh besar bagi berbagai bidang terutama bidang pariwisata di pulau lombok. Namun disisi lain, keberadaan sirkuit mandalika ini bisa menjadi boomerang jika kita tidak siap untuk menerima segala tantangan dibaliknya. Pada artikel ini penulis akan fokus terhadap tantangan berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Budaya.

Berbicara tentang SDM, tentu tidak bisa lepas dari yang namanya pendidikan. Mirisnya tingkat pendidikan kita tergolong sangat rendah di indonesia. Menurut data nasional dari Badan Pusat Statistika Nasional, tingkat pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah yang terendah kedua dari seluruh provinsi yang ada. Hal ini tentu sangat miris bagi kita. Pasalnya, jika kita tidak memiliki kualitas SDM yang mumpuni, maka perusahaan atau instansi terkait disekitaran areal Sirkuit Mandalika ini tidak akan bisa merekrut kita. Oleh karena itu, sudah saatnya kita untuk berbenah dan berusaha untuk memperbaiki kualitas SDM kita baik melalui pendidikan formal maupun infomral. Dengan demikian, kedepammya kita akan menjadi generasi yang layak untuk segala peluang yang tersedia.

Disisi lain, faktor budaya juga menjadi tantangan yang tidak bisa diragukan dari keberadaan sirkuit mandalika ini. Bagaimana tidak, dengan beroperasinya sirkuit ini nantinya, otomatis para penonton atau wisatawan dengan jumlah besar akan berkunjung kepulau lombok. Secara tidak langsung, kedatangan mereka tentu membawa kebiasaan dan tradisi yang sangat beragam. Kita harus menjadikan moment itu sebagai ajang untuk mengeksplor dan memperkenalkan budaya lokal kita. Dengan demikian, para wisatawan tersebut akan melihat segala budaya kita sebagai identitas kita sebagai masyarakat lombok. Hal inilah yang mereka cari, sesuatu yang unik dan tidak ada di daerah asal mereka. 

Sebaliknya jika kita cendrung mengikuti gaya atau trend yang mereka bawa dan tidak peduli dengan tradisi dan budaya lokal kita. Bukan tidak mungkin, budaya dan tradisi warisan nenek moyang kita suku sasak akan sirna dan punah. Oleh karena itu, sudah saatnya generasi millenial lombok memperlihatkan bahwa inilah generasi sasak. Kita tidak boleh gensi untuk memutar lagu daerah kita, mengenakan pakaian adat kita, mengikuti kegiatan kebudayaan kita dan lainnya. Lombok mendunia harus kita wujudkan dengan menjadi diri kita generasi sasak. Bukan memaksakan diri untuk menjadi mereka orang-orang mancanegara dengan mengikuti trend dan gaya hidup yang mereka bawakan.

Belajar dari tanjung bias


Hai selamat datang lagi dicoretanku..

Deburan ombak dan indahnya panorama sunset seolah merefresh ketenangan jiwa disore hari. Nikmatnya aneka makanan ringan dan minuman juga menambah nilai dalam menikmati penghujung hari ini.  Tak cuma itu, ada begitu banyak spot foto dengan berbagai tema yang menambah arti dari moment luar  biasa yang bisa kita temukan di pantai tanjung bias, Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat.

Pantai tanjung bias memang tergolong kawasan wisata yang baru dan belum setahun lamanya dibuka. Namun tak  perlu  diragukan lagi, pengunjungnya terbilang sangat ramai apalagi  diakhir pekan (weekend). Hal  ini dikarenakan selain menyajikan landscape yang begitu memanjakan mata, pantai tanjung bias juga sangat lengkap dengan berbagai bentuk fasilitas-fasilitas yang disediakan. Beberapa fasilitas yang ada seperti tempat ibadah, sfot foto dengan berbagai tema di pinggir pantainya, berbagai macam makanan dan minuman ringan yang tersedia di tiap warungnya, penyewaan kuda, dan lainnya.

suasana pinggir pantai tanjung bias

Namun kali ini kita tidak hanya fokus untuk membicarakan keindahan dan keunikan dari pantai tanjung bias. Menurutku, ada berbagai hal menarik yang dapat memberikan refrensi bagi kita terutama dalam hal pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat dengan melihat potensi-potensi local yang tersedia. Menurut info yang aku baca beberapa waktu lalu, pemerintah setempat dalam hal ini adalah pemerintah desa mendukung penuh pengelolaan tempat ini. Beberapa hal penting yang dilakukan pemerintah bagi tempat ini adalah penyediaan berugak disekitar pantai, perbaikan infrastruktur seperti akses jalan kepantai tanjung bias, dan lainnya.

Senada dengan pernyataan pemerintah desa setempat, aku sendiri yakin bahwa dengan berkembangnya kawasan pantai tanjung bias ini akan berdampak sangat positif bagi perkembangan ekomoni masayarakat setempat. Tentuya dengan adanya tempat ini, ada berbagai hal atau profesi baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat setempat. Beberapa diantaranya ialah menjadi tukang parkir, penjaga tiket, penjual makanan atau minuman dengan membuka warung atau kedai-kedai minimalis, dan lainnya. Hal ini tentu saja sangat menarik dan berdampak positif bagi masyarakat setempat misalnya dalam hal menjual makanan, masyarakat bisa menjual makanan seperti ikan bakar dan lainnnya yang bahan utamanya biota laut. Dengan demikian ikan-ikan dari hasil tangkapan warga sekitar lokasi ini akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, para pemuda yang sebelumnya mungkin tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya kini bisa menjadi tukang parkir di pantai tanjung bias. Melihat jumlah pengunjung yang selalu  ramai, maka menjadi tukang parkir sekalipun bukanlah pekerjaan yang bisa diragukan ditempat ini. 

Disisi  lain, berbagai daerah lain mungkin memiliki bergitu banyak potensi alam sepertidi pantai tanjung bias, namun tidak semua daerah lain bisa mengelola sumber daya alam atau potensi local yang dimilikinya. Akibatnya, kondisi masyarakat akan tetap sama padahal didaerahnya terdaapat asset yang sangat berharga yang bisa diberdayakan. Dalam pemberdayaan seperti  ini, masyarakat mungkin belum bisa untuk berjalan dengan sendirinnya. Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah, pengusaha, atau bahkan media-media dan segenap stakeholder lainnya harus bekerjasama dalam memperjuangkan segenap potensi local yang ada. Namun semua itu tentunya harus menggandeng masyarakat disemua kalangan didaerah itu. 

Untuk semua yang membaca tulisan ini, semoga dengan ini pikiran kita bisa terbuka untuk melihat segenap potensi daerah kita. Mengingat kemajuan tekhnologi yang semakin kompleks diera ini, kita akan terbantu dalam hal pengembangan dan pengenalan potensi yang kita miliki. Yang menjadi orientasi kita saat ini adalah bukan seberapa banyak untukng yang akan kita peroleh, akan tetapi yang harus kita pikirkan ialah kapan kita mulai untuk memulai memberdayakannya.

SEBUAH OPINI TENTANG RINJANI BERKERETA


Wacana yang sempat pudar beberapa saat yang lalu kini menjadi aktual kembali. Wacana pengadaan kereta gantung ke rinjani perlahan menemukan titik terangnya. Hal ini bermula saat gubernur NTB menerima kunjungan investor beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Jumat, 16 Januari 2020. Berbagai kalangan masyarakat menuai menanggapi hal ini. Menurut pengamatanku pada perkembangan di media sosialku, masyarakat yang kontra mengedepankan kesakralan dan estetik alami dari rinjani. Sedangkan kalangan masyarakat yang pro terhadap hal ini memiliki dalih bahwa adanya kereta gantung ini akan berkontibusi besar dalam memajukan pariwisata lombok dan NTB.
Dalam hal ini, aku sendiri adalah orang yang tidak setuju dengan hal ini. Hal ini karena aku berpendapat bahwa sensasi dan kesan yang didapatkan saat kita mendaki rinjani dengan menggunkan kereta gantung tidak seperti saat berjalan kaki seperti biasanya. Disisi lain aku beranggapan bahwa dengan adanya kereta gantung ini, wisatawan terutama para bule yang notabene orang berduit akan memilih jalur itu. Akibatnya, akan ada banyak sekali para pengangkut barang (porter) di berbagai jalur pendakian seperti senaru dan sembalun akan kekurangan bahkan kehilangan mata pencahariannya. Menurutku, akan lebih baik jika pengembangan rinjani dilakukan dengan menata dan memperbaiki jalur pendakian yang eksis saat ini atau membuka jalur baru seperti jalur aiq beriq dan sesaot yang sempat direncanakan sebelumnya. hal ini justru akan meningkatkan porsi lapangan pekerjaan yang ada.
Terlepas dari itu semua, jika melihat kalangan orang berusia tinggi (lansia) yang memiliki keinginan menikmati rinjani aku merasa kereta ini diperlukan. Hal ini karena mereka sudah tidak kuat lagi jika harus berjalan kaki untuk mendaki rinjani. Oleh karena itu, aku berharap agar saat kereta gantung ini sudah rampung, masyarakat lokal terutama lansia diberikan kemudahan akses untuk menikmati alam rinjani. Selain itu, aku berharap pembukaan kereta gantung ini akan memberikan kontribusi yang tinggi dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah tentu sudah berfikir matang tentang plus minus dari adanya kereta gantung ini.
Akhir kata, Aku tidak memiliki otoritas untuk menyalahkan siapapun dalam hal ini. dan aku ingin mengajak kepada kalangan pembaca khususnya yang berasal dari pulau lombok agar tidak saling menyalahkan terkait hal ini. Mari bersama bahu membahu dalam memajukan daerah dengan memanfaatkan segenap potensi yang ada didalamnya. semoga bermanfaat.

Walau kereta gantung hadir, tetap kau akan ku nikmati dengan pertualangan dan jalan kaki

Sejuta kepuasan seolah hadir menghiasi perjalananku hampir seharian mendaki rinjani beberapa tahun lalu.  Berbagi makanan dan air minum, bercanda dan menyanyi tidak jelas dijalanan ditengah hutan dan bukit seolah masih terasa saat ini di memori ingatanku. Kicauan burung, desiran angin membentur daun cemara membentuk lagu alam masih terngiang ditelingaku. Yah, ada begitu banyak kesan sepanjang perjalanan menuju rinjani saat itu.

Gunung Rinjani adalah kawasan wisata alam terindah dipulau lombok tempatku hidup saat ini. Gunung rinjani menawarkan pesona alam yang sangat indah nan mempesona. Untuk menikmatinya, aku memiliki filosofi tersendiri bahwa alam akan sangat menakjubkan untuk di nikmati dengan cara-cara yang alami pula. Hal inilah yang menjadikanku untuk tidak tertarik menikmati rinjani dengan jalur praktis seperti ojek ataupun kereta gantung yang kini hangat di bicarakan dikalangan masyarakat lombok pada saat ini.

Kedepannya, aku mungkin akan konsisten untuk menikmati rinjani dengan mendaki  walaupun kereta gantung rinjani ini sudah berhasi di bangun. Menurutku, ada beberapa hal luar biasa yang hanya akan kudapatkan dari pertualangan pendakian diantaranya adalah:

Menghargai Proses
Pendakian adalah salah satu bentuk pertualangan yang memerlukan perjuangan. Pendakian ke rinjani bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Berbagai bentuk rintangan seperti jurang, jalan licin, bahkan ketakutan melihat babi hutan tak ayal kita temukan. Rintangan-rintangan inilah yang menambah kesan kita dan menciptakan rasa syukur dan bahagia saat mencapai puncak rinjani. 

Spot Foto Sepanjang Jalan
Wisata gunung rinjani adalah kawasan wisata yang benar benar natural. Di sepanjang jengkal perjalanan selalu ada spot-spot menarik  yang menggugah selera narsis jiwa muda kita. Hal ini mungkin akan tetap bisa kita nikmati melalui kereta gantung, berbagai spot mungkin akan terlihat lebih dindah dari atas kereta. Namun saya yakin akan lebih menarik jika saya menemukan spot-spot foto yang menarik saat pendakian. Hal ini karena kesan dan cerita dibalik jepretan kamera yang mengabadikan moment dan perjuangan kita.

Belajar Kerjasama Team Dan Soldaritas Sosial
Perjalanan ke rinjani adalah perjalanan yang tergolong lama (hingga 8 jam). Akibatnya tak jarang ada beberapa pendaki yang kehabisan persediaan air minum, makanan ringan dan lainnya. Kondisi seperti iniah yang menuntut kita untuk selalu berkelompok dan berkerjasama dalam pendakian. Luar biasanya, walau tidak saling kenal sebelumnya, pendaki satu dengan yang lainnya seolah berkeluarga disini. Rasa kekeluargaan yang begitu terasa mungkin tidak akan kita temukan saat duduk didalam kereta gantung nantinya. 

Keceriaan, Kekonyolan Dan Lainnya Selama Diperjalanan
Salah satu hal menarik lainnya yang sulit untuk dilupakan ialah sejuta cerita, joke receh, dan kebahagiaan lainnya dengan segenap tim dan pendaki lainnya. Berbagai cerita ini seolah menjadi pelengkap dari kisah perjalanan yang berkunjung ke rinjani. Tak ayal, kebanyakan orang yang baru pulang mendaki memiliki banyak cerita untuk dibagikan dengan kerabat terdekatnya.

Terlepas dari itu semua, baik pendakian maupun dengan kereta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Metode dan pilihan untuk menikmati rinjani kedepannya ada ditangan kita. oleh karena itu, janganlah kita bersikukuh dan saling siku terkait dengan keberadaan kereta nantinya. Yah, sudah seyogyanya kita mengesampingkan segenap perbedaan pendapat dan saling rangkul dalam memajukan daerah kita. 




KAKEK SIDANG SKRIPSI, PRIA 60 TAHUN ASAL LOMBOK UTARA INI MENJADI BUKTI BAHWA MENUNTUT ILMU ITU TAK PANDANG USIA


PAK BASRI, BUKTI BAHWA MENUNTUT ILMU ITU TAK PANDANG USIA

Hari ini, facebook menjadi menarik untuk saya karena memberikan informasi yang saya rasa sangat menginspirasi. Bagaimana tidak, pada saat saya membuka beranda facebook siang tadi (23/01/2020), saya menemukan akun seorang pengguna facebook yang membagikan kisah seorang lansia yang baru saja menyelesaikan sidang skripsinya.

Dilansir dari akun facebook YusronSaudi,  yang merupakan salah seorang dosen pembimbing di Universitas Muhammmadiyah Mataram menceritakan bahwa pada tanggal 22 januari 2020, Pak Basri yang merupakan seorang pria yang berusia 60 Tahun asal Lombok Utara telah berhasil menyelesaikan tahapan akhir dari kuliahnya yaitu sidang skripsi. Adapun judul skripsi beliau adalah  “Peran Forum Silaturahmi Marbot Masjid dalam Menghidupkan Suasana Ibadah di Desa Sukadana, Kec. Bayan, Lombok Utara”.

Saya menulis artikel ini bukan hanya karena mendapatkan informasi tentang wisudanya seorang kakek asal lombok utara. Namun, ada beberapa fakta menarik tentang pak basri ini yang membuat saya kagum akan kegigihan dan semangat beliau. Beberapa fakta menarik tentang Pak Basri yang saya kutip dari akun facebook YusronSaudi adalah:

Seorang marbot masjid yang rajin dan tekun
Sesuai dengan judul peneliatiannya, dalam kesehariannya Pak Basri berprofesi sebagai marbot masjid. Oleh karena itu, ia dituntut sangat disiplin terhadap waktu untuk mengumandangkan azan di lima waktu sholat. Mungkin hal inilah yang menjadikan Pak Basri menjadi rajin dan disiplin dalam menjalani kuliahnya.  Menurut penuturan sang pemilik akun, pak basri sangat jarang telat dalam mengikuti setiap mata kuliah yang ada. suatu hal yang sangat luar biasa mengingat pak basri sudah sangat tua dan tinggal di daerah Kabupaten Lombok Utara.

Menyelesaikan program bahasa arab
Mengetahui hal ini, saya meyakini bahwa pak basri memang sangat haus akan ilmu pengetahuan. Bagimana tidak, menurut yusron (pemilik akun) selain baru saja menyelasikan studi SI, Pak Basri dikabarkan juga telah menyelesaikan program bahasa arab di ma’had khalid bin walid.

Sempat kecelakaan saat skripsi
Saat dalam proses mengerjakan skripsinya, beliau sempat mengalami kecelakaan yang  menyebabkan pak basri tidak sadarkan diri di RS dalam kurun waktu seminggu.  Karena kecelakaan tersebut, Pak Basri membutuhkan waktu untuk kembali mengingat kejadian di masa lampau. Dalam pengerjaan skripsi hal ini tentu bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena memerlukan effort yang tinggi dalam mengingat kembali data-data penelitian dan lainnya. Oleh karena hal ini, dosen pembimbing tentu perlu ekstra sabar menghadapinya. Kendati demikian, pak basri sangat rajin mencari dosen untuk berkonsultasi. Dan karena semangat yang sangat membara inilah yang mampu mengembalikan daya ingat Pak Basri yang sebagaian sudah hilang.

Beberapa hal menarik diatas tentu sangat menarik untuk dijadikan sebagai motor penggerak semangat yang kita terutama pemuda-pemuda desa dalam mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.  Hal ini juga dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat yang membaca postingan facebook tersebut. Berbagai komentar takjub, haru dan bangga menghiasi kolom komentar postingan terseut.

Meskipun lombok utara masih tergolong sebagai daerah yang tingkat pendidikannya masih rendah, Pak Basri berhasil mematahkannya. Pak Basri membuktikan kepada kita semua bahwa pendidikan tidak pernah menuntut kita untuk memiliki harta dan biaya yang mahal. Ia bisa diraih cukup dengan kegigihan dan semangat untuk perubahan.

Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi teman-teman sekalian. Jika ingin membaca cerita aslinya di postinga facebook yang dimaksud, silahkan klik link dibawah ini ya..
https://www.facebook.com/yusron.saudi/posts/10216743270040949

KARENA GADGET, TAK ADA LAGI KESERUAN DI MASA KECILKU


Kemajuan tekhnologi di era modern ini memang memberikan begitu banyak efek positif dalam kehidupan manusia. Salah satu bentuk kemajuan tekhnologi diera ini adalah adanya gadget yang semakin canggih dan kompleks. Selain sebagai sarana komunikasi lintas dunia, gadget juga  bisa mengakomodir berbagai bentuk aktivitas dalam kehidupan sosial. Hal ini tentu merupakan suatu kemajuan yang patut untuk kita syukuri.
Namun disisi lain, dengan adanya gadget ini, berbagai aktivitas natural yang ada pada kehidupan manusia perlahan-lahan mulai memudar. Salah satunya ialah permainan-permainan tradisonal pada anak-anak. Kebanyakan anak-anak pada saat ini tidak merasakan serunya bermain permainan-permainan tradisional kala itu. Anak-anak pada zaman ini cendrung berdiam diri dan menghabiskan waktu di dalam kamar atau di rumah untuk bermain game online atau play station. Berbeda halnya dengan anak pada zaman dulu,  biasanya mereka keluar rumah untuk bermain bersama teman sebayanya di tempat terbuka atau lapangan luas.
Fenomena diatas tentu merupakan suatu hal yang sangat miris bagi kita. Hal ini karena dalam permaianan era itu, ada begitu banyak nilai dan fungsi yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang seorang anak. Mayoritas permainan tradisonal zaman dulu adalah permainan fisik yang akan melatih perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Salah satu permainan jaman dulu yang kerap saya mainkan bersama teman sebaya adalah permainan selodor (permainan zaman dulu di pulau lombok).
Anak anak diera 90-an dulu yang bermukim di pulau lombok mungkin tidak asing lagi dengan permainan selodor ini. Permainan selodor adalah permainan melatih kerjasama tim untuk menghalang lawan melewati garis-garis yang dibuat sebelumnya diatas tanah. Permainan ini tentunya dimainkan secara real dan tidak melalui dunia maya seperti permainan online saat ini. Selain itu, permainan ini sangat baik untuk menjaga kesehatan fisik karena dalam permainan itu, para pemain dituntut untuk melakukan banyak gerakan-gerakan untuk mencapai kemenangan.
            Gadget dan game onlinennya memang memberikan beberapa dampak positif bagi anak  seperti menambah Teman, membuat pola pikir semakin cepat, mengurangi stres, melatih kesabaran dan ketangkasan.  Namun, disisi lain dampak yang timbul dari adanya game online ini sangatlah berbahaya bagi pertumbuhan anak.  Beberapa dampak negatif yang mengancam anak saat terikat dengan game online diantaraya ialah :
1             1. Menimbulkan efek adiktif (ketagihan) sehingga menghambat produktifitas anak
         2.  Membuat sang anak terisolir dari kehidupan disekitarnya, karena cendrung berdiam diri                      dikamar
        3.  Membuat sang anak menjadi malas
        4.  Mengganggu kesehatan anak karena kurang tidur, terlalu lama memandang layar handphone,
        5.  Dll
Beberapa dampak negatif diatas tentu tidak kita harapkan untuk terjadi pada keturunan kita. Disisi lain, dampak negatif diatas akan bisa teratasi dengan pemainan-permainan tradisional zaman dulu. Oleh karena itu, masyarakat, pemerintah dan segenap stakeholder lainnya harus memikirkan kembali akan pentingnya permainan-permainan tradisional yang mulai pudar. Alangkah lebih baiknya jika permainan tradisional ini bisa direvitalisasi demi menghindari berbagai dampak negatif yang begitu dahsyat bagi pertumbuhan anak.
Memberikan gadget, playstation, dan lainnya kepada seorang anak bukanlah hal yang salah jika dilakuakan sesuai dengan kadar dan waktunya. Orang tua masa kini harus bisa membatasi anaknya yang masih dibawah umur dari cengkraman gadget. Rasa sayang bukanlah disalurkan dengan memberikan apa yang anak inginkan, melainkan memberikan apa yang anak butuhkan.